:
:
News
Jadi Kontroversi, Sekolah di Inggris Akan Kaji Ulang Peraturan Seragam Hijab untuk Siswi Muslimah

gomuslim.co.id- Baru-baru ini, keputusan sebuah sekolah menengah di barat laut Inggris untuk mengenalkan hijab  sebagai bagian dari seragam siswa telah memicu kontroversi. Beberapa memuji langkah tersebut sebagai mengintegrasikan siswa Muslim dan yang lainnya menyalahkan sekolah tersebut karena gagal menegosiasikan peraturan  tersebut dengan orang tua dan murid Muslim.

 

Karena itu, sebuah petisi online, yang ditandatangani oleh 150 orang dilakukan untuk memprotes langkah baru tersebut. Dilansir dari kantor berita PTI, hanya ada sedikit konsultasi oleh orang tua atau anak perempuan yang bersekolah. Akibatnya, syal yang dirancang oleh sekolah telah dibuat.

"Seragam hijab tersebut sangat ketat dan dalam beberapa kasus terlalu pendek karena beberapa siswi memiliki rambut panjang dan karenanya membuat mereka tidak nyaman memakainya," petisi tersebut berbunyi.

Keputusan untuk memasukkan hijab di seragam sekolah dikeluarkan baru-baru ini oleh Sir John Thursby dari Community College di Burnley. Langkah ini mendapat kecaman dari beberapa orang tua dan murid Muslim, yang merasa jilbab seragam itu tidak nyaman dan tidak cukup sederhana.

Keputusan tersebut dipertahankan oleh kepala sekolah David Burton yang menulis surat kepada orang tua untuk mendukung peraturan tersebut dan menolak anggapan bahwa sekolah tersebut melawan hijab sebagai tidak benar.

"Kami menyesal telah ada saran bahwa sekolah tersebut melarang hijab. Ini tidak benar. Kami menghormati sepenuhnya keinginan anak perempuan untuk mengenakan hijab dan kami selalu melakukannya. Siswa, staf dan orang tua telah mengungkapkan beberapa kekhawatiran bahwa beberapa siswa tidak mengenakan hijab dengan benar meskipun peraturannya tidak berubah pada hijab," jelas Burton.

Lebih lanjut, Kepala Sekolah mengatakan ia melihat ke arah mengubah kebijakan seragam untuk memasukkan hijab untuk seragam resmi karena pihaknya sadar bahwa ada perubahan yang perlu dipertimbangkan.

“Kami memulai proses konsultasi pada bulan September dan kami masih mengumpulkan pandangan orang tua. Begitu kita mengumpulkan pandangan ini, kita akan membahasnya dengan gubernur, "tambahnya.

Adapun, Islam melihat hijab sebagai kode dan aturan wajib berpakaian, bukan simbol keagamaan yang menunjukkan afiliasi seseorang.

 Sebelum kebijakan baru, siswi yang ingin memakai jilbab diizinkan memilih gayanya sendiri asalkan sudah hitam. Aturan yang sama berlaku di sekolah menengah lain di wilayah Lancashire, yang memiliki populasi Muslim yang signifikan. (fau/aboutislam)

Responsive image
Other Article
Responsive image