:
:
News
Kapolda Jateng Prediksikan Puncak Arus Balik Terjadi Pada H+6 Lebaran

gomuslim.co.id- Kapolda Jawa Tengah, Irjen Condro Kirono memprediksikan puncak arus balik Lebaran 2017 akan terjadi pada H+6 Lebaran, Sabtu (1/7/2017). Hal demikian karena sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai swasta mulai bekerja pada Senin (3/7/2017) mendatang.

Pernyataan tersebut disampaikan Irjen Condro Kirono saat menemani kunjungan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Exit Tol Tingkir Salatiga, Kamis (29/6/2017) sore. Untuk menghadapi puncak arus mudik itu, Polda Jateng akan menambah personel yang membantu kelancaran arus balik terutama di jalur Kabupaten Semarang, Salatiga dan Boyolali.

"Sabtu besok ini puncak arus balik. Kita akan mobilisasi kekuatan serta penambahan kekuatan di Boyolali, Salatiga dan Kabupaten Semarang. Kita akan mengerahkan Bhabinkamtibmas dengan menggunakan sepeda motor untuk menyisir daerah yang macet," ujar Irjen Condro Kirono.

Ketiga wilayah ini menjadi perhatian khusus, menyusul beroperasinya ruas tol Bawen-Salatiga sejak penyelenggaraan arus mudik Lebaran tahun ini. Karena itu, Kapolda meminta kepada Kapolres Boyolali, Kapolres Salatiga dan Kapolres Semarang untuk bersinergi dalam mengatur kelancaran arus balik Lebaran.

"Kapolres Boyolali, Salatiga dan Kabupaten Semarang harus menjadi satu. Wadirlantas juga ada di sini untuk menjadi wasit," jelasnya.

Salah satu cara bertindak yang akan ditempuh dalam upaya memperlancar arus lalu lintas pemudik dari arah Solo menuju Jakarta adalah dengan sistem contra flow pada beberapa ruas jalan di ketiga wilayah tersebut. Terutama di Kabupaten Boyolali yang kerap terjadi kemacetan.

"Mungkin pada malam terapkan (contra flow) 4:0, dari Boyolali (ke Salatiga) kita tarik semua. Sementara dari Salatiga (ke Solo) dihentikan dulu. Untuk jalur Utara justru lebih lancar, paling (macet) di Kendal," tandasnya.

Di tempat berbeda, Satlantas Polres Boyolali memberlakukan sistem buka tutup jalur di jembatan Bakalan, Kecamatan Ampel, untuk mengurai kemacetan pada arus balik Kamis (29/6/2017) petang hingga malam. Petugas memprioritaskan arus kendaraan dari arah Solo untuk melintas.

Di jembatan Bakalan terjadi penyempitan jalan. Sebelum dan sesudah jembatan, kendaraan dari dua arah bisa melaju dua lajur. Namun masuk di jembatan itu masing-masing hanya satu lajur saja.

Kendaraan dari arah Solo lebih diprioritaskan karena kemacetannya cukup panjang. Akibat penyempitan jalan di jembatan tersebut, ekor kemacetan di jalan Solo - Semarang itu hingga wilayah di Penggung, Boyolali Kota.

Sejumlah petugas Satlantas Polres Boyolali berjaga di jembatan Bakalan. Kasatlantas, AKP Marlin Supu Payu, juga ikut mengatur lalu-lintas, karena semakin malam kendaraan semakin padat.

Petugas pun memberlakukan sistem buka tutup jalur untuk mengurangi kemacetan kendaraan khususnya dari arah Solo. Buka tutup jalur dari arah Semarang dilakukan sejak dari tugu lilin depan Pasar Ampel. Sedangkan dari arah Solo di depan SPBU Tanduk. Hal ini untuk memberi ruang kendaraan dari arah Solo.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menilai bahwa pelaksanaan arus mudik Lebaran 2017 atau Idul Fitri 1438 Hijriyah secara nasional berjalan baik, sekalipun masih ada sejumlah hal yang perlu dievaluasi untuk perbaikan di masa mendatang. (njs/dbs/foto:tempo)

Responsive image
Other Article
Responsive image