:
:
News
Terapkan Konsep Syariah, Hisana Fried Chicken Sukses Buka 630 Cabang

gomuslim.co.id- Persaingan bisnis kuliner Nusantara semakin beragam. Salah satunya adalah usaha yang bernama Hisana Fried Chicken (HFC). HFC adalah merek ayam goreng krispi buatan asli anak bangsa Indonesia yang telah memiliki ratusan outlet yang tersebar di kota-kota besar. Layanan prima take away dengan beberapa resto menjadi andalannya. Berbekal prinsip untuk memberikan kualitas terbaik bagi konsumen, terus berinovasi dan semakin memperluas jangkauan layanan, HFC telah berkembang pesat selama lima tahun terakhir. Total sudah ada 630-an outlet yang tersebar di sebelas provinsi di Indonesia.

Owner HFC Tatang Suharta mengatakan rahasia sukses HFC yang tidak kalah penting adalah penerapan konsep syariah di perseroan. Karyawan juga memiliki saham di perseroan. Melalui konsep ini, karyawan akan lebih semangat bekerja, bahu-membahu mengembangkan Hisana Fried Chicken (HFC) ke seluruh pelosok Nusantara.

“Konsepnya bagi hasil. Tidak ada riba. Kepemilikan karyawan 20 persen. Inilah yang membuat Hisana Fried Chicken bisa bertahan sampai sekarang, bahkan sudah sepuluh tahun. Semua produknya mendapat sertifikat halal dari MUI,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Direktur Utama PT Selahonje Jaya Abadi (Hisana Fried Chicken) Yudi mengungkapkan Hisana Fried Chicken memiliki harapan agar outletnya terus berekspansi ke seluruh penjuru Tanah Air. “Targetnya, pada 2020, kami ingin memiliki 2.000 outlet di seluruh provinsi di Indonesia,” harapnya.

Berawal dari satu gerai kaki lima di Bekasi, Tatang sukses merebut hati jutaan penduduk Indonesia. Selama lima tahun terakhir, jumlah outlet Hisana Fried Chicken (HFC) bertambah tiga kali lipat. Kualitas, kecepatan layanan, dan rasa ayam krispi yang tiada duanya membuat konsumen tak bisa berpaling ke merek lain.

“DNA Hisana adalah take away. Untuk masyarakat yang ingin cepat dan menikmati ayam (fried chicken) dengan rasa yang enak, seperti market leader, yakni KFC dan McD,” tambahnya.

Selain itu, menurut Yudi, perseroan juga memiliki bagian Resource and Development yang secara khusus mengembangkan produk. Tidak hanya wilayah Jabodetabek, Hisana Fried Chicken (HFC) juga telah berhasil menembus kota-kota besar lainnya di Indonesia, seperti Surabaya, Purwakarta, Bandung, Batam, Medan, dan Balikpapan.

“Mereka yang mengembangkan rasa, kemudian tepungnya. Mereka ini rutin memperbaiki rasa ayam yang menjadi produk utama Hisana. Dari sini, kemudian lahir produk baru, seperti nugget pisang dan onde-onde,” tuturnya.

Dalam rangka mendukung target di tahun 2020, Yudi melanjutkan, perseroan kini tengah bertransformasi, meliputi perbaikan sistem, organisasi, penganggaran, dan pengukuran lainnya agar semua bisa dikontrol. Karena untuk mengelola 600 lebih outlet Hisana Fried Chicken (HFC) membutuhkan sistem yang lebih baik.

Sementara untuk meningkatkan brand awareness-nya, perseroan hanya mengandalkan skema word of mouth. Kuncinya adalah produk yang berkualitas dari segi rasa, kebersihan, kecepatan layanan, dan ragamnya. Selain ayam goreng krispi yang menjadi produk utama, Hisana juga menawarkan burger, kentang, onde-onde, nugget pisang, dan es krim.

Saat ini, setiap harinya Hisana Fried Chicken menyuplai 7.000-8.000 ekor ayam ke seluruh gerainya. Tahun ini, Hisana menargetkan pertumbuhan 22 persen. Meski begitu, manajemen tidak bersedia merinci nominal target pendapatan dan laba tahun ini karena jumlah tersebut lumayan besar. Sebagai pembanding, rival terdekat Hisana adalah Sabana, yang memiliki sekitar 1.700 gerai. Bila tiap gerai rata-rata menjual 15-20 ekor ayam per hari, Sabana menyuplai 25-34 ribu ekor ayam. (njs/dbs)

Responsive image
Other Article
Responsive image