:
:
Muslim Lifestyle
Yuk Terapkan 7 Aturan Menonton TV untuk Anak secara Islami

gomuslim.co.id – Tidak semua tayanan televisi (TV) menjadi tontonan yang baik bagi anak-anak. Ada banyak tayangan yang tidak baik dan belum waktunya untuk ditonton bagi si kecil. Oleh sebab itu, orangtua perlu menerapkan peraturan menonton TV untuk anak ketika di rumah. Hal ini untuk membentengi anak-anak agar terhindar dari tayangan yang tidak semestinya ditonton.

Tayangan TV memberikan pengaruh pada anak-anak secara prilaku dan imajinasi. Apa yang mereka tonton akan masuk ke dalam otak dan terekam. Jika tontonan itu baik atau positif, tentu akan bermanfaat untuknya. Namun jika tontonan tersebut tidak baik, maka si anak akan mendapatkan dampaknya. Sebagai orangtua, kita harus perhatian terhadap tontonan anak di rumah. Berikut gomuslim memberikan tips untuk membuat aturan menonton TV bagi anak:

1. Jelaskan Tontonan yang Halal (boleh ditonton) dan Haram (tidak boleh ditonton)

Foto: Binaamal Info 

Orangtua harus menjelaskan secara rinci tontonan mana yang boleh dan mana yang tidak boleh. Namun, gunakan bahasa yang dimengerti oleh anak-anak. Berikan contoh-contoh tayangan yang 'halal' untuk anak misalnya acara kartun, musik anak dan sejarah keislaman serta acara ramah anak lainnya. Setelah itu berikan juga daftar tontonan yang 'haram' bagi anak-anak semisal acara yang menayangkan adegan kekerasan dan berbau seksual.

2. Batasi Saluran TV

Saat ini, ada beberapa saluran TV yang khusus menyajikan tayangan untuk anak-anak. Orangtua bisa merekomendasikanya untuk ditonton, namun tetap harus dalam pengawasan. Karena terkadang, ada beberapa tayangan TV yang masih kurang baik untuk dikonsumsi. Untuk saluran yang umum, buatlah daftar saluran mana saja yang boleh ditonton dan yang tidak boleh.

Foto: jpnn

3. Matikan TV saat Waktu Salat

Menanamkan ketaatan beribadah dimulai sejak kecil adalah hal yang baik dan benar. Ketika tiba waktu salat, orangtua bisa mengajak si buah hati melaksanakan salat berjamaah di rumah atau di masjid. Terutama jika umurnya sudah menginjak tujuh tahun. Sebisa mungkin, orangtua harus menjadi teladan utama bagi anak-anak mereka.

Foto: NU Online

Baca juga: 

Islam Anjurkan Beri Nama Baik untuk Anak

 

4. Atur Jarak Menonton

Menjaga kesehatan mata anak adalah hal yang sangat penting. Radiasi yang ditimbulkan oleh layar TV berdampak pada kesehatan mata. Apalagi jika aktivitas menonton TV dilakukan secara berulang. Karena hal ini sangat berpotensi merusak mata si anak. Meskipun saat ini telah ditemukannya teknologi LCD dan plasma yang dikatakan tidak sebahaya radiasi TV terdahulu, namun yang perlu diperhatikan adalah pencahayaan yang dapat membuat mata lelah.

Sumber:  Internoz

5. Mengaji dan Belajar Sebelum Nonton TV

Mengingatkan dan mengajarkan kepada anak untuk mengutamkan mengaji, belajar dan mengerjakan PR daripada menonton TV. Ketiga hal tersebut adalah yang prioritas untuk mereka kerjakan. Tanamkan pemahaman pada si anak bahwa menonton TV hanya sekadar hiburan, bukan yang utama. Sedangkan mengaji dan belajar adalah ptioritas untuk kesuksesan masa depannya. 

Foto: Muslimramah 

6. Dampingi Anak saat Menonton

Bimbingan orangtua saat menonton televisi adalah cara jitu untuk menghindarkan anak dari tontonan yang tidak baik. Selain bisa mengawasi, ketika menonton bersama, ada ikatan yang akan dibangun dan komunikasi menjadi terbuka. Momen kebersamaan bersama anak dan anggota keluarga lainnya juga bermanfaat untuk kerekatan hubungan.

Foto: Tribun

7. Batasi Waktu Menonton

Membatasi anak menonton TV perlu dilakukan untuk menghindarkan dari kecanduan menonton. Selain itu, ada beberap dampak yang ditimbulkan dari kebanyakan menonton TV diantaranya; berpengaruh terhadap isi mimpi, mengurangi gerak aktif dan mengacaukan konsentrasi.

Foto: Suara

Itulah beberapa tips membuat aturan menonton TV untuk anak yang bisa diterapkan di rumah. Yuk segera terapkan agar anak terhindar dari tayangan tidak baik. Karena anak adalah amanah terbesar yang Allah berikan kepada setiap orangtua. Maka dari itu, menjaga anak dari tontonan buruk adalah tanggung jawab orangtua. Ingat, masa depan anak sebagian besar bergantung pada pola asuh dan arahan yang diberikan orangtuanya. Semoga bermafaat. (Wan)

 

Baca juga: 

Sering Disepelekan, Ini Hukum Membuang-buang Makanan

Responsive image
Other Article
Responsive image