:
:
Inspiratif
Mualaf Ini Bangun Perekonomian Umat dengan Bisnis Kopi Coger Cabang 18

gomuslim.co.id - Di zaman milenial, seperti saat ini, kopi bukanlah minuman yang hanya digemari oleh orangtua saja. Kopi sudah menjelma jadi bagian hidup semua kalangan, mulai dari yang muda sampai tua. Rasanya yang pahit sekaligus manis mempunyai kenikmatan dan makna tersendiri.

Banyak diberbagai kalangan mengangkap bahwa Kopi itu merupakan sesuatu yang istimewa. Bahkan, secangkir kopi bisa memberikan begitu banyak arti. Kopi memang bukan sekedar minuman, terkadang beberapa orang menganggap bahwa Kopi itu dapat menenangkan seseorang yang mungkin terkena masalah.

Akan tetapi, tidak semua orang dapat merasakan kenikmatan Kopi, karena tidak sedikit orang mampu membeli kopi dengan berbagai macam racikan. Terkadang, dengan beberapa orang yang terbilang kelas perekonomian kebawah, hanya dapat menikmati secangkir kopi saset saja.

CEO Kedai Kopi Coger, Steven Indra Wibowo

 

Kondisi tersebut membuat Steven Indra Wibowo alias Koh Steven, seorang muallaf yang juga sebagai Ketua Muallaf Center, membuat Kedai Kopi dengan metode pembayaran seikhlasnya.

Tujuannya adalah, agar Kopi dapat dinikmati setiap kalangan. Selain itu, dari Kedai Kopi yang di namakan Coger itu, Koh Steven mempekerjakan beberapa Kaum Dhuafa untuk Bertani kopi, dan juga anak-anak jalanan sebagai penjaga atau pembuat kopi di Kedai Kopi Coger miliknya.

Koh Steven mengatakan, ia mencetuskan pembayaran seikhlasnya bertujuan untuk membuka mata para pengusaha agar percayakan setiap rezeki halal kepada Allah SWT.

“Saya bingung kepada mereka para pengusaha. Ngakunya hijrah, mau membangun perekonomian umat. Tapi tidak ada geraknya sama sekali. Dari yang mereka sampaikan hanya siebatas mulut. Saya melihat justru mereka tidak memiliki kepercayaan kepada Allah SWT tentang rezeki yang telah di atur,” ungkap Koh Steven kepada Gomuslim.

Karena itu, ia mencetuskan Kedai Coger sebagai bukti contoh bahwa usaha itu harus ikhlas. Kini Kedai Coger miliknya telah memiliki 18 Kedai Coger. Katanya, disemua kedai untuk menu Kopi melakukan metode pembayaran Se-ikhlasnya.

Cara Warga Membayar kopi yaitu Dengan Menuliskan Angka Pembayarannya sendiri secara ikhlas

 

“Bismillah saya tunjukan semuanya. Saya coba mulai bisnis kopi dengan berkebun kopi. Saya pekerjakan kaum dhuafa dibeberapa wilayah kebun. Hasilnyanya juga bagi hasil dengan para petani. Mereka tidak di gaji bulanan, tapi bagi hasil. Dari bagi hasil itu, alhamdulllah mereka menikmatinya. Bahkan hingga saat ini tidak ada keluhan para petani tentang perekonomiannya yang sulit lagi. Sistem bagi hasil itu agar semakin mereka semangat kerja, semakin pula hasil yang mereka dapatnya,” jelasnya.

Kemudian, selain kaum dhuafa, Koh Steven juga mempekerjakan beberapa anak jalanan atau anak-anak pemabuk untuk dapat bekerja di Kedainya. Syaratnya, anak-anak binaannya tersebut diminta untuk meninggalkan kebiasaan buruknya tersebut. Yang dilakukan Koh Steven salah satu bentuk dakwah.

“Saya meminta mereka bekerja di kedai Coger itu susah-susah gampang. Mereka sedang nongkrong sambal mabuk-mabukan. Saya dating sambal bawain kopi yang enak, terus lambat laun, kita ngobrol akrab. Dan akhirnya saya ajak mereka kerja di kedai kopi saya  dengan syarat meningglkan kebiasaan buruknya. Ada yang mau ada yang tidak,” ungkap Koh Steven.

Katanya, dari semua karyawannya, metode penggajian juga melakukan dengan system bagi hasil dari panen Kopi ataupun pembeli kopi yang dilayaninya.

Dari bisnisnya bayar seikhlasnya itu, Koh Steven telah menunjukan bahwa rezeki telah Allah atur dan menurutnya tidak akan tertukar. Ia mencotohkan, statemennya itu dapat diwujudkan dengan bisnis kedai kopi Coger ke-18 yang ia miliki saat ini.

Dalam penyampaiannya, ia menunjukan bahwa perekonomian Syariah untuk ummat dapat mudah dijalankan, asal kepercayaan terhadap Allah SWT sepenuhnya diserahkan.

“Hayu bantu mereka yang sulit dari segi ekonomi. Beri mereka pekerjaan. Terus permudah bisnis itu dengan meminta Ridho Illahi agar berkah dan lancara. Saya sudah jalani itu, Alhamdulillah Kedai Kopi Coger milik saya itu sudah cabang ke 18. Jadikan pekerjaan kita sebagai lading ibadah kita. Aamiin,” harapnya.

Kedai Kopi Coger diambil dari tujuan Koh Steven untuk memulai membangun perekonomian umat. (hmz/Gomuslim)

Responsive image
Other Article
Responsive image