:
:
Hikmah
Apakah Orang Meninggal Sadar Bahwa Dirinya Sudah Mati?

gomuslim.co.id – Orang yang mati awalnya tidak menyadari bahwa dirinya mati. Dia merasa dirinya sedang bermimpi mati. Dia melihat dirinya ditangisi, dimandikan, dikafani, disalati, hingga diturunkan ke dalam kubur. Dia merasa dirinya sedang bermimpi saat dirinya ditimbun tanah. Dia pun berteriak-teriak tapi tidak ada yang mendengar teriakannya.

Beberapa waktu kemudian, saat semua sudah pulang meninggalkannya sendirian di bawah tanah, Allah kembalikan ruhnya. Dia membuka mata dan terbangun dari mimpi buruknya.

Dia pun senang dan bersyukur bahwa ternyata apa yang dia alami hanyalah sebuah mimpi buruk dan kini dia sudah bangun dari tidurnya.

Kemudian, ia meraba badannya yang hanya diselimuti kain sambil bertanya kaget, “Dimana baju ? Kemana celanaku ?”

Lalu, dia meraba disekelilingnya yang berupa tanah, “Dimanakah aku?”

“Tempat apakah ini? Kenapa bau tanah dan lumpur?”

Kemudian dia mulai menyadari bahwa dia ada di bawah tanah dan apa yang dialaminya bukanlah mimpi. Ya, dia sadar bahwa dirinya benar-benar telah mati.

Kemudian, dia berteriak sekeras-kerasnya dan memanggil-manggil orang-orang terdekanya yang bisa dianggap bisa menyelamatkannya.

“Ibuuuuuu !!! Ayaaaaahhhh !! Kakeeeeeeek !! Neneeeekkk !! Kakaaaaaakkk !! Sahabaaaaatttt !!!”

Tapi, tidak ada seorang pun yang menjawab. Dia yang selama ini lupa pada Allah-pun ingat bahwa Allah adalah satu-satunya harapan.

Kemudian, menangislah dia sambil meminta ampun, “Ya Allah.....Ya Allaaaaahhhh... ampuni aku yaa Allaaaahhhhh.”

Dia pun kembali berteriak dalam ketakutan yang luar biasa yang belum pernah dirasakan sebelumnya sepanjang hidupnya.

Jika dia orang yang baik, maka muncullah dua malaikat dengan wajah tersenyum dan mendudukkannya serta menenangkannya, menghiburnya, dan melayaninya dengan pelayanan yang terbaik.

Tapi, jika dia orang yang buruk, maka dua malaikat akan menambah ketakutannya dan akan menyiksanya sesuai keburukannya.

Hanya Alquran-lah yang akan menjadi penolong di Alam Kubur.

Dari Sa’id Sulaim RA, Rasulullah SAW bersabda, “Tiada penolong yang lebih utama derajatnya di sisi Allah pada hari Kiamat daripada Alquran. Bukan Nabi, bukan Malaikat dan bukan pula lainnya.”

Kemudian, Al-Bazzar meriwayatkan dalam kitab La’aali Masnunah bahwa jika seseorang mati atau meninggal dunia, ketika orang-orang sibuk dengan kain kafan dan persiapan pengebumian di rumahnya, tiba-tiba seseorang yang sangat tampan berdiri di kepala mayat. Ketika kain kafan mulai dipakaikan, dia berada di antara dada dan kain kafan.

Setelah dikuburkan dan orang-orang mulai meninggalkannya, datanglah dua malaikat. Yaitu Malaikat Munkar dan Nakir yang berusaha memisahkan orang tampan itu dari mayat agar memudahkan tanya jawab.

Tetapi, si tampan itu berkata, “Dia adalah sahabat karibku. Dalam keadaan bagaimanapun aku tidak akan meninggalkannya. Jika kalian ditugaskan untuk bertanya kepadanya, lakukanlah pekerjaan kalian. Aku tidak akan berpisah dari orang ini sehingga ia dimasukkan ke dalam surga.”

Lalu ia berpaling kepada sahabatnya dan berkata, “Aku adalah Alquran yang terkadang kamu baca dengan suara keras dan terkadang dengan suara perlahan.”

“Jangan khawatir, setelah menghadapi pertanyaan Munkar dan Nakir ini, engkau tidak akan mengalami kesulitan.”

Setelah para Malaikat itu selesai memberi pertanyaannya, ia menghamparkan tempat tidur dan permadani sutera yang penuh dengan kasturi dari Mala’il A’la”. (Himpuan Fadhilah Amal : 609). (mga)

Sumber : Instagram @muhammad_khalil_99

 

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store