:
:
Hikmah
Kisah Malaikat Mikail yang Tidak Pernah Tersenyum ketika Allah Menciptakan Neraka

gomuslim.co.id – Sahabat gomuslim, sebagian dari kita umat muslim mungkin sudah mengetahui 10 nama-nama malaikat Allah beserta tugas intinya. 10 nama malaikat yang wajib kita ketahui itu ialah Jibril, Mikail, Izrail, Israfil, Munkar, Nakir, Rokib, Atid, Malik, Ridwan.

Nah, di sini kita akan membahas tentang malaikat Jibril dan Mikail. Keduanya termasuk malaikat yang namanya kerap disebut dalam Alquran. Tugas keduanya berbeda. Jibril memiliki tugas utama menurunkan wahyu, sementara Mikail menurunkan hujan dan menyampaikan rezeki (berupa hujan, pepohonan dan buah).

Dari ke-10 malaikat itu, ada empat malaikat yang mengatur urusan manusia, mereka adalah Jibril, Mikail, Israfil dan Izrail. Jibril mengatur angin dan pasukan, Mikail mengatur hujan dan pepohonan, Izrail sebagai malaikat maut yang mencabut nyawa, dan Israfil menyampaikan kepada mereka apa yang diperintahkan kepada mereka. (HR. Abu Syaikh al-Ashbahani dalam al-Adzamah, no. 294. Hadis ini adalah hadis Maqthu’, karena Abdurrahman bin Sabith adalah seorang tabi’in).

Meksipun tugasnya menurunkan hujan dan menumbuhkan pepohonan, namun Mikail adalah malaikat yang sangat khusyu' dan takut kepada Allah. Hal ini dibuktikan dengan kisah yang cukup mahsyur saat Rasulullah shalallahu alaihi wassalam mengalami Isra' Miraj.

Dikisahkan kala itu, para malaikat menyambut kedatangan nabi ke atas langit. Sementara Jibril menemani di sisi Nabi shalallahu alaihi wassalam. Lantas, nampak oleh nabi salah satu malaikat yang bermuka datar dan tidak tersenyum sama sekali dengan kehadirannya..

Nabi pun lantas bertanya kepada Jibril : “Siapa malaikat itu dan kenapa aku tidak pernah melihat ia tersenyum?,” tanya Nabi.

Jibril pun menjawab :  "Ialah Mikail, Ia tidak pernah lagi tersenyum sejak Neraka diciptakan dan diperlihatkan padanya," jawab Malakat Jibril.

Hadits di atas diriwayatkan Imam Ahmad dalam al-Musnad 13343 dan ulama berbeda pendapat dalam menilai validitasnya. Sebagian ulama menilai hadits ini hasan, seperti al-Hafidz al-Iraqi (Takhrij Ihya, 4/181). Hadits ini juga diriwayatkan al-Ajuri dalam as-Syariah (no. 932). Meskipun ada juga ulama yang menilainya dhaif, seperti Syuaib al-Arnauth.

Dari kisah itu, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa malaikat, yang sejatinya adalah makhluk tanpa hawa nafsu dan senantiasa patuh kepada Allah sampai kehilangan keceriaannya karena telah mengetahui apa yang ada didalam neraka.

Sedangkan kita manusia, yang Allah ancam sebagai bahan bakarnya neraka saja masih bisa berleha-leha dan menganggap semuanya hanya perkara dunia. Banyak diantara kita yang masih menunda ibadah dan berbuat kezhaliman, seakan-akan tidak ada akhirat yang menantinya. Naudzubillah..

Semoga Allah hadirkan bagi kita rasa takut yang mengarahkan kita kepada ketaatan dan keistiqomahan dalam beribadah pada-Nya. Aamiin.(mga)

Sumber: 

Instagram @syeikh.khalil 

Konsultasi Syariah

 

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store