:
:
Hikmah
Kisah Nabi Yesaya, Nabi yang Digergaji Bani Israil

gomuslim.co.id – Sejauh ini, umat Islam hanya diwajibkan untuk mengenal 25 nabi Allah SWT yang kisah perjalanannya harus kita ketahui sebagai pedoman untuk senantiasa beriman kepada Allah. Padahal, Allah SWT sendiri mengangkat nabi-nabi lain yang memiliki kisah dan hikmah yang tidak kalah istimewa dari 25 nabi yang kita kenal. Salah satunya adalah kisah Nabi Yesaya (Isaiah) yang diangkat Allah SWT setelah Nabi Sulaiman AS. 

Alkisah, saat Bani Israil ditinggal lama oleh Nabi Sulaiman AS, Allah SWT kemudian mengutus seorang nabi bernama Yesaya. Ketika Nabi Yesaya diutus, saat itu, kaum Bani Israil dipimpin oleh seorang raja yang saleh bernama Hizkia. Itulah salah satu masa kedamaian bangsa Yahudi di Yerussalem.

Nabi Yesaya hadir untuk memberikan nasihat kepada mereka. Ia juga menjadi penasihat bagi Raja Hizkia, memberikan saran baik, ataupun melarang hal buruk bagi kerajaan Yahudi. Sang nabi pula yang mengambil keputusan segala urusan bagi Bani Israil.

Suatu hari, Raja Hizkia ditimpa penyakit. Kakinya terkena infeksi yang sangat berat. Kematian bahkan sudah ada di hadapannya. Sementara raja sakit, rombongan pasukan Raja Babilonia, Sinharib pun dikabarkan tengah menuju Yerussalem. Mereka bermaksud hendak menyerbu negeri pimpinan Raja Hizkia dengan 60 ribu pasukan.

Raja Hizkia kebingungan. Ia khawatir rakyatnya akan tewas sia-sia dan negerinya akan porak-poranda. Namun, ia tak dapat melakukan apa-apa dengan penyakit yang tengah dideritanya. Ia pun meminta nasihat kepada Nabi Yesaya tentang apa yang harus ia lakukan.

Ia berkata kepada Nabi Yesaya,: "Apakah Allah memberikan wahyu kepada Anda mengenai pasukan Sanherib?" tanyanya dengan lunglai.

"Allah belum memberikan wahyu apa pun kepadaku tentang itu," jawab Nabi Yesaya.

Setelah beberapa hari, Nabi Yesaya mendapat perintah dari Allah agar Raja Hizkia bersedia turun takhta dan mengangkat raja baru sebagai penggantinya untuk menghadapi serangan Babilonia. Pasalnya, takdir ajal telah dekat dengan Hizkia. Dengan berat hati, Nabi Yesaya pun mengatakannya pada sang raja. Meski berat, sang raja akhirnya dengan lapang dada menerimanya.

Raja Hizkia kemudian segera menghadap kiblat lalu menengadahkan tangan untuk berdoa. Dengan hati yang tulus, sang raja memanjatkan doa kepada Allah SWT.

"Ya Tuhan dari segala Tuhan, Ya Raja dari segala raja. Ya Tuhan yang penuh kebajikan dan penyayang, yang tidak tidur dan tidak mengantuk, Yang dapat mengalahkan segala sesuatu. Ingatlah hamba-Mu ini atas apa yang telah hamba perbuat bagi bangsa Israel. Dan Engkau tentu lebih mengetahuinya, Engkau mengetahui setiap perbuatan hamba dan segala rahasia hamba," ujar Raja Hizkia seraya menangis dan meminta belas kasih dari Allah Ta'ala.

Allah SWT menjawab doa raja yang saleh itu. Kepada Nabi Yesaya, Allah SWT berfirman dan mengatakan bahwa Dia sangat senang melihat Hizkia memanjatkan doa kepada-Nya.

Akhirnya, Allah akan memperpanjang usia Hizkia hingga 15 tahun lagi. Mendapat wahyu itu, Nabi Yesaya segera memberi kabar kepada sang raja dengan gembira.

Mendengar kabar tersebut, Raja Hizkia segera menyungkur sujud dan memanjatkan syukur. "Ya Tuhan, Engkau memberikan kerajaan bagi siapa yang Engkau kehendaki. Engkau mengangkat kedudukan siapa saja yang Engkau kehendaki. Engkau mengetahui segala hal ghaib dan nyata. Engkau adalah al-Awwal dan al-Akhir, Engkau memberikan rahmat dan menjawab orang-orang yang kesulitan," ujar Hizkia memuji Tuhan seluruh alam.

Usai sujud syukur, Nabi Yesaya meminta sang raja untuk mengusap kaki yang infeksi dengan sari daun ara. Dengan kehendak Allah, penyakit raja sembuh seketika.

Tak hanya menyembuhkan penyakit raja, Allah SWT menolong Bani Israil dengan mengalahkan tentara Sanherib. Ketika pagi hari, tiba-tiba seluruh pasukan musuh pun mati tergeletak, kecuali sang Raja Sanherib dan kelima tangan kanannya, termasuk Nebukadnezar.

Mereka dibelenggu selama 70 hari, kemudian dipulangkan ke Babilonia. Saat kembali, Raja Sanherib pun menanyakan hal aneh yang terjadi pada mereka. Para tukang sihir negeri itu pun mengatakan kepadanya, "Kami bercerita tentang Tuhan dan nabi mereka, tapi Anda tak pernah mendengarkan kami. Mereka adalah bangsa yang memiliki Tuhan” ujar para tukang penyihir.

Mendengar hal tersebut, Sang raja Babilonia bergidik. Ia merasa sangat takut akan Allah.

Sementara di Yerussalem, setelah perpanjangan usia yang diberikan Allah, Raja Hizkia pun menemui ajalnya. Pasca meninggalnya Raja Hizkia, Yerussalem pun porak poranda. Kondisi Bani Israil sangat buruk.

Nabi Yesaya yang masih hidup di tengah mereka pun tetap mendakwahkan tauhid dan menyeru Bani Israil agar tetap di jalan Allah. Ia mengingatkan Bani Israil untuk tetap mengingat Allah meski kondisi negara karut-marut.

Namun, salah satu sifat Yahudi adalah menentang para nabi. Meski Nabi Yesaya selalu menjadi wali bagi mereka, bangsa Israil itu justru marah kepadanya.

Mereka geram dengan ceramah Yesaya. Mereka pun kemudian memusuhi nabiyullah dan berencana membunuhnya.

Hingga suatu hari, Nabi Yesaya tengah melewati sebuah pohon. Sementara, Bani Israil mengejarnya untuk membunuhnya. Lalu, tiba-tiba pohon yang dilewati sang utusan Allah itu terbuka.

Nabi Yesaya pun masuk dan berlindung di dalam pohon. Namun, setan melihat Yesaya masuk ke dalam pohon. Setan pun kemudian membuat jubah sang nabi terjepit sehingga terlihat oleh Bani Israil. Melihatnya, Bani Israil segera mengambil gergaji kemudian menggergaji pohon itu. Nabi Yesaya wafat dibunuh oleh umatnya sendiri.

Kisah Nabi Yesaya tersebut tidak tercantum dalam Alquran, dan tidak pula dikabarkan oleh Rasulullah. Dalam ajaran Islam, nama Nabi Yesaya juga bukan termasuk dalam nama 25 nabi yang harus diketahui.

Hanya saja, Ibnu Katsir memasukkan kisah Yesaya tersebut dalam kitabnya, Qashshashul Anbiya. Menurut Ibnu Katsir, Nabi Yesaya merupakan nabi yang muncul sebelum era Nabi Zakaria dan Yahya. Dia bahkan salah satu nabi yang bernubuat mengenai Nabi Isa dan Nabi Muhammad Rasulullah. Wallahualam Bishawab

Sumber : Instagram @syeikh.khalil

Responsive image
Other Article
Responsive image