:
:
Hikmah
Tepat di depan Kakbah, Pria Ini Dapat Pelajaran Berharga dari Orang Afrika

gomuslim.co.id - Suatu hari, salah satu jemaah umrah asal Indonesia bertemu dengan seorang jemaah asal Afrika. Kedua jemaah tersebut beruntung bisa mendapatkan tempat yang lowong dihadapan Kakbah. Maklum, biasanya tempat ini padat oleh jemaah yang ingin bersimpuh dan berdoa di depan Kakbah. 

Jemaah asal Indonesia pun langsung bersimpuh dan memanjatkan doa dihadapan Kakbah. Kemudian seorang pria berkulit hitam asal Afrika datang dan langsung mengambil tempat di samping kanannya.

Karena kebiasaan di Indonesia, ketika duduk bersebelahan, jemaah asal Indonesia pun menyalami pria tadi. Percakapan pun dimulai. Pria hitam tadi bertanya asal negara. Dia juga bertanya prihal kesukaan jemaah asal Indonesia yang mencium hajar aswad. 

"Kenapa orang Indonesia suka sekali berusaha mencium batu hajar aswad ?” tanya jemaah asal Afrika.

Jamaah asal Indonesia pun kemudian memberikan jawaban kepadanya. Ia bilang, alasan kenapa jamaah asal Indonesia suka mencium hajar aswad adalah karena kecintaan. Kakbah adalah rumah Tuhan dan Nabi Muhammad SAW pun dulu pernah menciumnya. Mencium hajar aswad adalah refleksi kecintaan orang Indonesia terhadap tuhan dan rasulnya. 

"Mungkin karena cinta. Kakbah adalah rumah Tuhan, dan Hajar Aswad adalah batu yang pernah dicium Rasulullah. Maka Mencium Hajar Aswad adalah Refleksi cinta orang Indonesia terhadap Tuhan dan Rasul-Nya," jawab jemaah Indonesia.

Percakapan berlanjut. Pria hitam tadi kembali melontarkan pertanyaan. Dia menanyakan tingkah laku orang Indonesia terhadap cinta Allah yang telah dianugerahkan. "Apakah orang Indonesia juga bertingkah laku seperti itu karena cinta Allah SWT yang dianugerahkan kepada mereka?" tanya dia.

Jemaah asal Indonesia belum paham dengan pertanyaan tersebut. Ia pun menanyakan maksud pertanyaan si pria hitam ini. "Maksud anda? cinta Allah SWT seperti apa yang dianugerahkan kepada kami"? jawabnya bingung.

 

Baca juga: 

Dahsyatnya Maaf Rasulullah, Lunakkan Hati Sang Pembunuh

 

Si pria hitam bilang, wujud cinta Allah SWT kepada seseorang bisa apa saja. Seperti isteri, anak dan orang tua yang masih hidup. "Jika Allah SWT menganugerahkan kalian isteri, anak-anak dan orang tua yang masih hidup, itulah wujud cinta Allah kepada kalian," katanya.

Perkataan tersebut dilanjutkan dengan pertanyaan mengenai kesamaan cara mencurahkan rasa kasih sayang orang Indonesia terhadap anak, istri dan orang tua dengan usaha mereka mencium hajar aswad. 

"Apakah orang-orang Indonesia, berusaha dengan keras dan gigih mencurahkan kasih sayang terhadap anak, istri dan orang tua mereka yang masih hidup yang diamanahkan Allah SWT, sebagaimana mereka berusaha mencium hajar aswad ?" tanyanya lagi.

Jemaah Afrika tersebut pun menegaskan terkait refleksi cinta yang begitu dahsyat kepada batu. "Jika terhadap batu saja refleksi cinta kalian begitu dahsyat, lebih lagi terhadap makhluk Allah yang telah diamanahkan kepada kalian," ucap pria hitam tadi.

Sontak, pernyataan pria hitam ini membuat jemaah asal Indonesia merasa tercekik. Dia tidak mampu berkata-kata lagi. Apalagi ketika jemaah asal Afrika menceritakan keberhasilannya menyelesaikan gelar PhD di Negeri Paman Sam. Namun, si pria tersebut lebih memilih pulang untuk membesarkan 6 orang anaknya agar mampu menjadi muslim yang baik.

Setelah salat subuh, sebelum berpisah, jemaah asal Afrika itu memberi nasihat yang berkesan kepada jemaah Indonesia mengenai keberhasilan haji dan umrah serta terkait mabrur atau tidaknya. 

Dia bilang, keberhasilan atau mabrur tidaknya haji umrah tidak dinilai dari seseorang menyelesaikan ritual-ritual haji umrahnya. Namun dinilai pada saat kembali ke keluarga dan lingkungannya. Apakah seseorang tersebut mampu menunaikan amanah-amanah, anugerah-anugerah, kasih sayang Allah SWT kepadanya dengan bersungguh-sungguh, bersusah payah, mencurahkan kasih sayang kepada orang-orang yang kita cintai, pekerjaan dan masyarakat.

 

Baca juga: 

Hikmah Berhaji, Ibu Tiga Anak Ini Ingin Tauladani Kisah Siti Hajar

Responsive image
Other Article
Responsive image