:
:
Belajar Islam
Bagian Empat, 33 Macam Salat Sunnah yang Dilakukan Rasulullah SAW

gomuslim.co.id – Sahabat gomuslim, pembahasan dalam artikel 33 Macam Salat Sunnah yang dilakukan Rasulullah SAW belum tuntas ya. Sudah tujuh macam salat sunnah yang dibahas. Berikut salat Sunnah lain seperti yang dicontohkan Rasululullah. Semoga kita dapat mengikuti amalan ibadah ini agar mendapat ridha Allah SWT.

Salat Isyroq (Suruq)

Salat Isyraq atau salat syuruq adalah salat sunnah yang dilakukan pada pagi hari setelah matahari terbit. Ada hadits shahih yang menganjurkan kita untuk melaksanakan salat isyraq ini. Di antaranya adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi,

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu beliau berkata: Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: Barang siapa shalat shubuh secara berjamaah kemudian duduk berdzikir kepada Allah hingga matahari terbit, kemudian dia shalat 2 rakaat, maka dia mendapatkan pahala seperti haji dan umrah, sempurna, sempurna, sempurna”.

Para ulama mengatakan bahwa salat isyraq itu hukumnya adalah sunnah. Sebagaimana disebutkan dalam hadits bahwa jumlah rakaatnya adalah 2 rakaat. Orang yang mengerjakan salat isyraq akan mendapatkan pahala seperti haji dan umrah. Namun dengan beberapa syarat yaitu:

1. Salat shubuh berjamaah

2. Berdzikir hingga matahari terbit

3. Salat sunnah isyraq 2 rakaat

Salat Awwabin

Secara bahasa kata “awwabin” bentuk jamak dari kata “awwab” yang maknanya adalah orang yang kembali atau bertaubat kepada Allah SWT. Jadi bisa kita simpulkan salat awwabin adalah salatnya orang-orang yang bertaubat kepada Allah SWT.

Para ulama berbeda pendapat mengenai hakikat dari salat awwabin. Setidaknya ada 3 pendapat dari para ulama. Mayoritas ulama mengatakan bahwa salat awwabin itu adalah nama lain dari salat dhuha. Jadi ketika kita salat dhuha maka itu juga bisa disebut sebagai salat awwabin.

Salat awwabin adalah salat ketika anak unta mulai kepanasan”(HR. Muslim)

Sebagian ulama lainnya mengatakan bahwa salat awwabin adalah salat sunnah 6 rakaat yang dikerjakan antara maghrib dan isya’. Biasanya ketika kita salat di masjid atau musala ada beberapa orang setelah salat maghrib dan setelah salat sunnah ba’diyah magrib, dia salat sunnah lagi sampai 6 rakaat. Nah, menurut sebagian ulama salat 6 rakaat inilah yang disebut dengan salat awwabin.

Imam asy-Syirbini rahimahullah (w. 677 H) seorang ulama besar dalam madzhab Syafi’iy menyebutkan dalam kitabnya sebagai berikut:

“Salat awwabin disebut juga salat ghaflah (lalai) sebab banyak orang-orang melalaikannya karena sibuk makan malam, tidur dan lain-lain. Salat awwabin itu adalah salat 6 rakaat antara magrib dan isya’. Sebab ada hadits riwayat Imam at-Tirmidzi bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: siapa yang salat 6 rakaat antara magrib dan isya’ maka dicatat baginya ibadah selama 12 tahun. Imam al-Mawardi mengatakan bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam melakukannya dan mengatakan ini adalah salat awwabin”.

Sebagian ulama lain ada juga yang mengatakan bahwa salat awwabin adalah salat sunnah 20 rakaat yang dikerjakan antara magrib dan isya’. Imam ar-Ramli 106 rahimahullah (w. 1004 H) seorang ulama besar madzhab Syafi’iy menyebutkan sebagai berikut: “Salat awwabin adalah salat 20 rakaat antara maghrib dan isya’. Ada juga riwayat menyebutkan 6 rakaat, 4 rakaat dan 2 rakaat. Ini jumlah minimalnya”.

Bahkan Syaikh Abu Bakr AL-Bakri ad-Dimyati rahimahullah (w. 1310 H) juga menyebutkan sebuah riwayat bahwa orang yang mengerjakan salat awwabin 20 rakaat maka akan dibangunkan rumah di surga. Misalnya hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah,

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: Barang siapa salat 20 rakaat antara magrib dan isya’ maka Allah akan membangunkan rumah baginya di surga”. 

Salat Tasbih

Salat tasbih adalah salat sunnah 4 rakaat yang di dalamnya terdapat bacaan tasbih sebanyak 300 kali. Oleh sebab itu, salat ini disebut dengan salat tasbih. Ada sebuah hadits yang cukup panjang mengenai kesunnahan untuk mengerjakan salat tasbih.

“Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma beliau berkata: Sesungguhnya Nabi shallallahu alaihi wasallam berkata kepada al-Abbas bin Abdul Mutthalib: “Wahai Abbas pamanku, sungguh aku akan memberimu, aku akan memberimu, aku akan memberimu dan aku akan melakukannya karena engkau. 10 perkara jika engkau melakukannya maka Allah akan mengampuni dosa-dosamu yang awal dan yang akhir, yang lama dan yang baru, yang tidak sengaja dan yang sengaja, yang kecil dan yang besar, yang sembunyi dan yang terang-terangan. Lakukanlah shalat 4 rakaat, dan pada setiap rakaat engkau membaca surat al-Fatihah dan surat lainnya, jika sudah selesai masih dalam keadaan berdiri ucapkanlah tasbih “Subhanallah waalhamdulillah walaa ilaaha illallahu wallahu akbar” 15 kali. Kemudian ruku’ dan bacalah tasbih itu 10 kali, lalu i’tidal dan bacalah tasbih itu 10 kali, lalu sujud dan bacalah tasbih itu 10 kali, kemudian duduk diantara 2 sujud dan bacalah tasbih itu 10 kali, kemudian sujud lagi dan bacalah tasbih itu 10 kali, kemudian duduk istirahat dan bacalah tasbih itu 10 kali. Itulah 75 tasbih dalam satu rakaat. Dan lakukanlah sampai 4 rakaat. Jika engkau mampu melakukannya setiap hari sekali maka lakukanlah, jika tidak mampu maka setiap hari jumat sekali, jka tidak mampu maka setiap sebulan sekali, jika tidak mampu maka setahun sekali, jika tidak mampu juga maka lakukanlah sekali dalam seumur hidupmu”. (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah & at-Tirmidzi)

Para ulama mengatakan bahwa hadits tersebut memiliki beberapa jalur periwayatan. Diantaranya ada sekitar 9 sahabat nabi yang meriwayatkan hadits tersebut:

1. Sahabat Abu Rofi’

2. Sahabat Anas bin Malik

3. Sahabat Ibnu Abbas

4. Sahabat Abdullah bin Umar

5. Sahabat Ali bin Abi Thalib

6. Sahabat Ja’far bin Abi Thalib

7. Sahabat Abdullah bin Ja’far

8. Sahabat Ummu Salamah

9. Sahabat al-Anshari

Dan seluruh jalur periwayatan tersebut tertuang dalam beberapa kitab hadits diantaranya sebagai berikut:

1. Sunan Ibnu Majah, hadits nomor 1387

2. Sunan Abu Daud, hadits nomor 1297-1298

3. Sunan at-Tirmidzi, hadits nomor 481-482

4. Shahih Ibnu Khuzaimah, hadits nomor 1216

Sebagaimana yang telah disebutkan dalam hadits bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam memerintahkan pamannya untuk mengerjakan salat tasbih 4 rakaat. Intinya salat tasbih itu dikerjakan sebanyak 4 rakaat. Jika dikerjakan pada siang hari sebaiknya 4 rakaat dengan satu kali salam saja. Namun jika dikerjakan pada malam hari maka 4 rakaat dengan 2 kali salam dan tidak sah jika lebih dari 4 rakaat.

Para ulama mengatakan bahwa orang yang mengerjakan salat tasbih maka Allah SWT akan mengampuni semua dosa-dosanya, baik yang pertama dan terakhir, yang terdahulu dan yang baru, yang tidak sengaja maupun yang disengaja, yang kecil maupun yang besar, yang tersembunyi maupun yang terang-terangan.

Hal ini sebagaimana yang disebutkan dalam hadits panjang mengenai salat tasbih. Nabi sendiri yang menyebutkan keutamaan salat tersebut. Bahkan dalam hadits shahih muslim disebutkan bahwa siapa yang membaca tasbih 100 kali maka dosa-dosanya diampuni oleh Allah SWT.

“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu beliau berkata: Sesungguhnya Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: barang siapa membaca “Subhanallahi wabihamdih” 100 kali dalam sehari maka dosa-dosanya diampuni walaupun sebanyak buih lautan”.

Demikian sahabat, penambahan tiga dari 33 artikel tentang salat sunnah yang biasa dilakukan oleh Rasulullah SAW. Semoga artikel ini memberikan pemahaman luas sehingga kita turut melaksanaka perintah-Nya. Semoga Allah memberikan ampunan dan perlindungan untuk kita semua. Aamiin. Wallahua'lam Bisshawab. (hmz)

Sumber:

- Sabungan Empat, 33 Macam Salat Sunnah, Muhammad Ajib, Lc., MA., Rumah Fiqih Indonesia.

 

Baca juga:

Bagian Kedua, 33 Macam Salat Sunnah yang Dilakukan Rasulullah

Baca juga:

Bagian Tiga, 33 Macam Salat Sunnah yang Dilakukan Rasulullah

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store