:
:
Belajar Islam
Ini Amalan Sunnah Sebelum dan Setelah Salat Idul Fitri

gomuslim.co.id - Setelah melaksanakan ibadah puasa sebulan penuh pada bulan Ramadan, Idul Fitri menjadi hari kemenangan bagi umat Islam di seluruh dunia. Setiap umat muslim menyambut hari ini dengan suka cita.

Sebagai hari yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam, Idul Fitri juga memiliki amalan-amalan sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan pada waktu tersebut. Sebagai umat Islam, tentu kita ingin meniru setiap apa yang dikerjakan oleh Rasulullah dan para sahabat yang mulia.

Dengan mengikuti sunnah-sunnah yang diajarkan Rasulullah, kita berharap bisa menjadi lebih baik dan mendapatkan keberkahan meskipun telah ditinggalkan oleh bulan suci Ramadan.

Berikut ini gomuslim merangkum amalan-amalan sunnah sebelum dan setelah salat Idul Fitri yang dianjurkan Nabi Muhammad SAW.

Pertama, Mandi Sebelum Berangkat Salat Idul Fitri

Mandi di hari raya Idul Fitri adalah hal yang disunnahkan. Berkenaan dengan dianjurkannya mandi sebelum melaksanakan ibadah Salat Idul Fitri tertulis dalam beberapa riwayat. 

Satu di antaranya di hadist riwayat Al Baihaqi yang berbunyi "Dari ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, seseorang pernah bertanya pada ‘Ali mengenai mandi. ‘Ali menjawab, “Mandilah setiap hari jika kamu mau.” Orang tadi berkata, “Bukan. Maksudku, manakah mandi yang dianjurkan?” ‘Ali menjawab, “Mandi pada hari Jum’at, hari ‘Arafah, hari Idul Adha dan Idul Fithri.” (HR. Al-Baihaqi) 

Ada pula riwayat dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma sebagai berikut.

عَنْ نَافِعٍ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ كَانَ يَغْتَسِلُ يَوْمَ الْفِطْرِ قَبْلَ أَنْ يَغْدُوَ إِلَى الْمُصَلَّى

Artinya: Dari Nafi’, (ia berkata bahwa) ‘Abdullah bin ‘Umar biasa mandi di hari Idul Fithri sebelum ia berangkat pagi-pagi ke tanah lapang. (HR. Malik dalam Al-Muwatho’ 426)

Imam Nawawi rahimahullah menyatakan bahwa para ulama sepakat akan disunnahkannya mandi untuk shalat ied.

Kedua, Memakai Pakaian Terbaik dan Berhias

Memakai pakain terbaik dan berhias di hari Raya Idul Fitri juga termasuk amalan yang disunnahkan alias dianjurkan.

Dalam hadis riwayat Imam Al-Hakim, yang dinilai sementara ulama berstatus hasan, Nabi bersabda:

عن الْحَسَنِ السَّبْطِ قَالَ أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْعِيدَيْنِ أَنْ نَلْبَسَ أَجْوَدَ مَا نَجِدُ وَأَنْ نَتَطَيَّبَ بِأَجْوَدِ مَا نَجِدُ

Artinya: Diriwayatkan dari al-Hasan as-Sibthi bahwa Nabi menyuruh kami di hari Id –Idul Fitri atau Idul Adha – untuk memakai pakaian terbaik yang dimiliki, dan memakai wewangian terbaik juga. (HR. Al-Hakim)

Ada riwayat dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

كَانَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جُبَّةٌ يَلْبَسُهَا لِلْعِيْدَيْنِ وَيَوْمِ الجُمُعَةِ

Artinya: “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki jubah khusus yang beliau gunakan untuk Idul Fithri dan Idul Adha, juga untuk digunakan pada hari Jum’at.” (HR. Ibnu Khuzaimah dalam kitab shahihnya, 1765)

Diriwayatkan pula dari Al-Baihaqi dengan sanad yang shahih bahwa Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma biasa memakai pakaian terbaik di hari ‘ied. 

Ketiga, Makan Sebelum Salat Id

Amalan ketiga yang dianjurkan yakni makan terlebih dahulu sebelum berangkat Salat Ied. 

Hal ini didasarkan pada riwayat yang berbunyi: "Dari ‘Abdullah bin Buraidah, dari ayahnya, ia berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لاَ يَغْدُو يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَأْكُلَ وَلاَ يَأْكُلُ يَوْمَ الأَضْحَى حَتَّى يَرْجِعَ فَيَأْكُلَ مِنْ أُضْحِيَّتِهِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berangkat shalat ‘ied pada hari Idul Fithri dan sebelumnya beliau makan terlebih dahulu. Sedangkan pada hari Idul Adha, beliau tidak makan lebih dulu kecuali setelah pulang dari shalat ‘ied baru beliau menyantap hasil qurbannya.” (HR. Ahmad 5: 352)

Untuk salat Idul Fitri disunnahkan untuk makan sebelum keluar rumah dikarenakan adanya larangan berpuasa pada hari tersebut.

Makan sebelum berangkat menunaikan Salat Idul Fitri itu juga sebagai pertanda pula bahwa hari tersebut tidak lagi berpuasa.

Ibnu Hajar rahimahullah dalam Al-Fath (2: 446) menyatakan bahwa diperintahkan makan sebelum shalat Idul Fithri adalah supaya tidak disangka lagi ada tambahan puasa.

Juga maksudnya adalah dalam rangka bersegera melakukan perintah Allah.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لا يَغْدُو يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَأْكُلَ تَمَرَاتٍ .. وَيَأْكُلُهُنَّ وِتْرًا

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah keluar pada hari Idul Fithri (ke tempat shalat, pen.) sampai beliau makan beberapa kurma terlebih dahulu. Beliau memakannya dengan jumlah yang ganjil.” (HR. Bukhari, no. 953)

Keempat, Mengumandangkan Takbir Sejak dari Rumah Saat Menuju Tempat Salat Idul Fitri

Mengumandangkan takbir di hari raya Idul Fitri juga sangat dianjurkan. Terutama saat dalam perjalanan menuju tempat Salat Ied. 

Ketika puasa Ramadan telah sempurna, kita diperintahkan untuk mensyukurinya dengan memperbanyak takbir.

Hal ini didasarkan pada firman Allah SWT di Alquran, Surah Al Baqarah ayat 185. 

وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS. Al Baqarah: 185).

Dalam suatu riwayat disebutkan pula,

كَانَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْرُجُ يَوْمَ الفِطْرِ فَيُكَبِّرُ حَتَّى يَأْتِيَ المصَلَّى وَحَتَّى يَقْضِيَ الصَّلاَةَ فَإِذَا قَضَى الصَّلاَةَ ؛ قَطَعَ التَّكْبِيْرَ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa keluar hendak salat pada hari raya Idul Fithri sambil bertakbir sampai di lapangan dan sampai salat hendak dilaksanakan. Ketika salat hendak dilaksanakan, beliau berhenti dari bertakbir.” (Dikeluarkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf 2/1/2.).

Kelima, Saling Mengucapkan Selamat Idul Fitri

Sunnah berikutnya yang tak kalah penting yakni saling mengucapkan selamat di hari raya Idul Fitri.

Adapun ucapan selamat Lebaran yang dianjurkan yakni kalimat "Taqabbalallahu minna wa minkum”

فعن جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ قَالَ : كَانَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا اِلْتَقَوْا يَوْمَ الْعِيدِ يَقُولُ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ : تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْك

Hal ini didasarkan dari riwayat yang berbunyi: Dari Jubair bin Nufair, ia berkata bahwa jika para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berjumpa dengan hari ‘ied (Idul Fithri atau Idul Adha), satu sama lain saling mengucapkan, “Taqabbalallahu minna wa minka (Semoga Allah menerima amalku dan amal kalian)". (Fath Al-Bari, 2: 446)

Keenam, Melewati Jalan Pergi dan Pulang yang Berbeda

Sunnah yang terakhir yakni melewati jalan yang berbeda saat pergi ke tempat Salat Idul Fitri dan jalan pulang setelah Salat Id. 

Ini didasarkan dari riwayat yang berbunyi: 

عَنْ جَابِرٍ قَالَ كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا كَانَ يَوْمُ عِيدٍ خَالَفَ الطَّرِيقَ

Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berada di hari ied (ingin pergi ke tempat shalat, pen.), beliau membedakan jalan antara pergi dan pulang. (HR. Bukhari, no. 986).

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store