:
:
Belajar Islam
Anjuran Tidak Makan Bawang Mentah Sebelum Masuk Masjid, Ini Sebabnya

gomuslim.co.id – Biasanya, tumbuhan bawang menjadi salah satu bahan utama dalam setiap masakan. Bahkan, bawang seperti sudah menjadi bahan wajib bagi seseorang yang hendak memasak. 

Seperti yang kita tahu, ada beberapa jenis tumbuhan bawang yang biasa menjadi bahan untuk memasak. Mulai dari bawang merah, bawang putih, bawang bombay, dan daun bawang. 

Namun, tahukah kamu ternyata ada sebuah hadis yang menyatakan bawang juga tidak boleh dimakan. Jika dimakan, maka terlarang untuk salat. Berikut haditsnya: 

"Barangsiapa yang memakan bawang merah, bawang putih dan bawang kurrats, maka janganlah dia mendekati masjid kami, sebab malaikat merasa terganggu dengan bau yang mengganggu manusia." (HR Bukhari, kitab Adzan 854, Muslim, kitab Al-Masajid 564)

Dari hadits tersebut, muslim sangat dianjurkan untuk tidak makan bawang ketika hendak melaksanakan ibadah ke masjid. Karena hal itu mengganggu malaikat akibat baunya. Bahkan, Rasulullah SAW juga menyuruh umatnya yang makan bawang untuk beribadah di rumah saja jika sudah makan bawang.

Kenapa demikian? malaikat senantiasa berada di dalam masjid dan mendoakan orang-orang yang berada di dalamnya. Makhluk Allah SWT yang tercipta dari nur atau cahaya ini senantiasa bersalawat memohonkan ampunan kepada hamba yang berada di dalam masjid dan beribadah.

"Sesungguhnya, jika seorang hamba duduk di masjid setelah melaksanakan salat, maka para Malaikat akan bersalawat untuknya, dan salawat mereka kepadanya adalah dengan berkata: ‘Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah, sayangilah ia.’ Jika ia duduk untuk menunggu salat, maka para malaikat akan bersalawat kepadanya, salawat mereka kepadanya adalah dengan berdo’a: ‘Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah, sayangilah ia.’” (HR Imam Ahmad).

Aktivitas ibadah di masjid seketika terganggu dengan kehadiran orang-orang yang memakan bawang. Itulah mengapa Rasulullah SAW melarang umatnya mendekati masjid jika sebelumnya mereka mengkonsumsi bawang.

Menurut Nabi, hal itu disebabkan karena aroma bawang baik bawang merah, bawang putih atau kuras (daun bawang) dapat mengganggu orang lain yang sedang beribadah kepada Allah. Gangguan berupa bau tidak sedap yang dihasilkan bawang itu tentu saja bisa mengganggu kekhusyukan sebagian besar jamaah salat.

Apa yang dapat mengganggu manusia sebenarnya juga mengganggu para malaikatnya. Seperti hadits yang diriwayatkan Bukhari yang berbunyi, “Sesungguhnya para malaikat itu juga terganggu dengan apa-apa yang mengganggu manusia.” (Al-Bukhari, kitab Al-Adzan 854, Muslim, kitab Al-Masajid 564).

Sebenarnya hadits di atas tadi tidak menunjukkan keharaman bawang. Tetapi, maksud hadits ini adalah menghilangkan pengaruh bawang ketika akan salat. Yang dimaksud pengaruh adalah bau bawang yang dikonsumsi mentah. Karena bau tersebut dapat mengganggu kekhusyukan salat, namun bukan diharamkan.

Dari Jabir, ia bercerita suatu hari Rasulullah Muhammad SAW bersama para sahabat. Kemudian didatangkan satu periuk bawang. Rasulullah mencium baunya yang menyengat. Saat dihidangkan, Rasulullah tidak berkenan memakannya lalu bersabda,

"Silakan kalian makan, karena saya sedang bermunajat tidak sebagaimana kalian." (HR Bukhari)

Imam An Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan hadis di atas sebagai berikut.

"Larangan ini adalah larangan untuk menghadiri masjid, bukan larangan untuk makan bawang merah atau bawang putih atau semacamnya. Bawang bakul hukumnya halal berdasarkan sepakat ulama yang pendapatnya diakui. Sementara itu, Al Qadhi Iyadh menyebutkan dari para ulama zahiriyah bahwa bawang haram, karena bisa menghalangi untuk menghadiri jamaah. Sementara salat jamaah bagi mereka fardhu ain. Alasan jumhur ulama adalah sabda Nabi SAW dalam beberapa hadits terkait makan bawang bakul, beliau mengatakan, 'Silakan makan, karena saya sedang bermunajat tidak sebagaimana kalian.' Dan sabda Nabi SAW, 'Wahai sekalian manusia, saya tidak berhak mengharamkan apa yang Allah halalkan...'."

Dengan demikian, seorang mukmin yang setelah mengonsumsi bawang mentah, hendaknya tidak memasuki masjid terlebih dahulu. Lebih baik membersihkan mulut atau sikat gigi terlebih dahulu sampai aroma bawangnya hilang sebelum memasuki masjid agar malaikat tidak ada terganggu dan senantiasa mendoakan mukmin. Wallahualam. (mga/@syeikh.khalil)

 

Baca juga:

Sabun Cuci Tangan, Haruskah Bersertifikat Halal ?

Responsive image
Other Article
Responsive image