:
:
Belajar Islam
Ini Keutamaan Menghormati dan Menyayangi Ibu

gomuslim.co.id – Setiap tanggal 22 Desember, masyarakat Indonesia merayakan Hari Ibu. Berdasarkan catatan sejarah, penentuan tanggal ini diresmikan oleh Presiden Soekarno lewat Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 316 Tahun 1959 tanggal 16 Desember 1959, pada ulang tahun ke-25 Kongres Perempuan Indonesia 1928.

Tanggal tersebut dipilih untuk merayakan semangat wanita Indonesia dan untuk meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara. Namun, tidak sedikit dari masyarakat yang melaksanakan peringatan Hari Ibu sebagai momentum untuk menyatakan rasa cinta terhadap kaum ibu.

Ibu adalah sosok yang paling berjasa bagi keluarga. Lewat rahimnya kita dikandung hingga dilahirkan. Karena ASI nya kita tumbuh menjadi insan yang sehat. Dan berkat kasih sayangnya yang tak terhingga, kita dapat menggapai cita dan impian dalam hidup.       

Karena jasa-jasanya yang begitu besar, tidak heran jika Islam menempatkan ibu ke posisi paling mulia. Bahkan, Islam mewajibkan sang anak harus lebih dulu menghormati ibunya sebelum kepada bapaknya. Dalam Alquran Surat Luqman ayat 14, Allah SWT berfirman yang artinya:

Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Ku lah kamu kembali.”

Dari ayat tersebut, kita mengetahui bahwa ibu berjuang dalam kepayahan untuk melahirkan. Dia rela mengalami tiga kepayahan demi anak mulai dari hamil, kemudian melahirkan dan selanjutnya menyusui. Karenanya, Rasulullah menyuruh untuk berbuat baik tiga kali lebih besar daripada kepada bapak.

Dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah RA, beliau berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah SAW dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi SAW menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi SAW menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi SAW menjawab, ‘Kemudian ayahmu.'” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548)

Ada pesan tersirat dari Nabi yang menyebutkan kata ibu sebanyak tiga kali, sementara bapak disebutkan hanya satu kali. Imam Al-Qurthubi mengatakan bahwa hadits tersebut menunjukkan bahwa kecintaan dan kasih sayang terhadap seorang ibu, harus tiga kali lipat besarnya dibandingkan terhadap seorang ayah.

Bila hal itu sudah kita mengerti, realitas lain bisa menguatkan pengertian tersebut. Karena kesulitan dalam menghadapi masa hamil, kesulitan ketika melahirkan, dan kesulitan pada saat menyusui dan merawat anak, hanya dialami oleh seorang ibu. Ketiga bentuk kehormatan itu hanya dimiliki oleh seorang ibu, seorang ayah tidak memilikinya.

Lantas, apa keutamaan menghormati dan menyayangi ibu? Berikut gomuslim merangkumnya dari berbagai sumber.

Pertama, kita mengetahui bahwa ridha Allah bergantung pada ridha orangtua. Dan murkanya Allah terdapat dalam murkanya orang tua. Ini sebagaimana dalam hadits yang artinya:

Ridha Allah terdapat dalam ridhanya kedua orang tua (ibu bapak), dan murka Allah terdapat dalam murkanya kedua orang tua”. (HR At-Tirmizi)

Ibu adalah orang tua kita. Jika ingin mendapat ridhanya Allah, maka dapatkanlah keridhaan itu dari ibu terlebih dahulu. Karena dalam Islam, berbakti kepada orang tua, dalam hal ini ibu dan bapak, adalah sebuah kewajiban. Jaga hatinya jangan sampai tersakiti apalagi murka. Karena dari sana pula murka Allah ada.

Keutamaan kedua, dengan menghormati dan menyayangi ibu, kita akan dimudahkan dalam segala perkara. Ibu adalah orang pertama yang selalu mendoakan kita. Ibu pula yang akan pertama kali gelisah ketika sesuatu hal buruk menimpa anaknya. Ketika anak sakit, maka ibu akan menjerit sakit.

Jika dalam hidup kita mendapat kemudahan, mungkin itu karena doa ibu kita dikabulkan Allah SWT. Bisa juga karena kita berbuat bagi, mengormati dan menyayangi ibu dan bapak. Karena itu, teruslah berbakti pada ibu. Mintalah selalu doa dan restu darinya, maka kelak urusan kita akan dimudahkan.

Ketiga, rezeki lapang dan umur panjang. Dua hal ini biasanya selalu dipanjatkan setiap orang dalam doanya. Untuk mendapatkannya, Islam menganjurkan untuk terus menjaga silaturrahim, termasuk dengan ibu dan bapak.

Ibu adalah alasan kita hadir di dunia. Menghormati, menyayangi dan berbuat baik pada ibu tentu adalah sebuah keharusan. Jangan pernah sekalipun memutus silaturahim dengan kedua orang tua, terutama ibu. Karena hal itu akan membuat hidup kita sempit dan seretnya rezeki.

Keempat, memperoleh imbalan surga dan dijauhkan dari malapetaka. Seorang anak yang durhaka pada ibu dan bapaknya, maka surga haram baginya. Sebaliknya mereka yang berbakti pada kedua orangtuanya, Allah menjanjikan surga bagi mereka.

Dosa-dosa yang dilakukan seseorang di dunia mungkin akan mendapat balasannya di akhirat. Namun dosa yang dilakukan seorang anak kepada kedua orangtuanya di dunia, hukumannya tidak hanya ia dapatan diakhirat saja melainkan disegerakan hukumannya di dunia.

Itulah keutamaan-keutamaan menghormati dan menyayangi ibu. Semoga kita menjadi pribadi yang lebih baik, pribadi yang senantiasa berbakti kepada kedua orang tua, khususnya kepada ibu.

 

Wallahu’alam Bishawab



Sumber:

Tafsir Al-Qurthubi X : 239, Dalam Islam

Responsive image
Other Article
gomuslim
Get it on the play store