:
:
Belajar Islam
Begini Cara Menyayangi Istri yang Dicontohkan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam

gomuslim.co.id – Rasulullah adalah sosok manusia pilihan Allah yang paling sempurna. Beliau mampu bersikap dan bertindak yang terbaik dalam kondisi apapun. Sebagai hamba yang diberi amanah untuk menyebarkan syariat Islam, beliau menjalankannya dengan semangat, kesabaran, dan tekad yang teguh demi agama Allah. Termasuk kepada cara Rasulullah Muhammad SAW memperlakukan dan memuliakan Istrinya.

Wanita ibarat pedang bermata dua, apabila dia baik dan menunaikan tugas-tugasnya yang utama beserta tujuan yang telah digariskan, maka dia laksana batu bata yang baik bagi sebuah bangunan masyarakat Islam yang memiliki karakter akhlak yang kuat dan keyakian yang teguh.

Karena itu, yang kita dapatkan saat ini bahwa Islam betul-betul memperhatikan peran wanita muslimah, yang sebenarnya pulalah mereka berada di belakang para pahlawan dan pemimpin yang agung yang telah mengisi dunia dengan hikmah dan keadilan hingga mereka dapat memasuki Negara Asia, Negara-negara Afrika, dan sebagian negeri Eropa.

Dahulu ada pepatah “Sesungguhnya di belakang setiap tokoh yang agung, ada seorang wanita yag agung pula”.  Jelas dalam pepatah tersebut mencerminkan bahwa setiap kesuksesan manusia, adanya support, dukungan serta doa dari seorang wanita.

Sebagai umat mukmin yang mengikuti ajaran Rasul, hendaknya kita mengikuti teladan Rasulullah dalam menyayangi istri,bagaimana Rasulullah selalu membahagiakanistrinya dan bagaimana Rasulullah selalu bertutur kata lembut serta memperlakukan istrinya dengan baik. Rasulullah menjadi teladan untuk para suami juga segenap laki laki yang nantinya akan menjadi seorang suami tentang cara memberikan kasih saying dalam Islam untuk istri.

Sahabat, berikut beberapa cara Rasulullah memperlakukan dan memuliakan istri di dalam kehidupan sehari-hari:

Romantis dan Memanjakan Istri

Rasulullah Muhammad SAW adalah seorang yang paling romantis kepada istri-istrinya. Cara pertama yang dilakukan Rasulullah untuk menyayangi istrinya ialah beliau selalu memperlakukan istrinya dengan romantis dan penuh kasih sayang.

Kisah Romantis Rasulullah juga dituangkan kedalam kisahnya kedalam kisah Rasulullah kepada Shofiyyah Binti Huyai salah satu istri Rasulullah. Seperti dalam Hadist Rasulullah SAW.

Dari Anas berkata : “Kemudian kami pergi menuju Madinah. Aku lihat Rasulullah menyediakan tempat duduk yang empuk dari kain di belakang beliau untuk Shafiyyah (salah satu istri Rasulullah) kemudian beliau duduk di samping untanya sambil menegakkan lutut beliau dan Shafiyyah meletakkan kakinya di atas lutut beliau sehingga ia bisa menaiki unta tersebut”. (HR Bukhari).

Hadist tersebut menceritakan bahwa Rasulullah memanjakan istri dengan memberi pelayanan dan memberikan kenyamanan untuk istrinya.

Berkata Lemah Lembut

Rasulullah mengekspresikan kasih sayang dengan cara yang sederhana dan bersahaja. Beberapa cara Rasulullah SAW diterapkannya dengan berkata lemah lembut kepada seluruh Istrinya. Bahkan pada kisah Istri Rasulullah yaitu Hafsah Binti Umar dan Aisyah Binti Abu Bakar.

Pada suatu kondisi, Hafsah dan Aisyah pernah menyusahkan Nabi dengan menyebarkan Rahasia Rasulullah sehingga membuat Rasulullah menderita. Kejadian tersebut sempat membuat Rasulullah menceraikannya, kemudian turunlah ayat QS AT Tahrim (66) ayat 4,

“Jika kamu berdua bertaubat kepada Allah, maka sungguh hati kamu berdua telah condong (untuk menerima kebenaran). Dan jika kamu berdua saling bantu membantu menyusahkan Nabi, maka sungguh, Allah menjadi pelindungnya dan begitu juga Jibril”.

Dari riwayat tersebut bahwa Nabi telah mentalaknya sekali untuk Hafsah tatkala Hafsah dianggap menyusahkan Nabi, Namun beliau rujuk kembali dengan perintah Jibril, yang mana Jibril berkata

“Dia adalah seorang wanita yang rajim shaum, rajib shalat dan dia adalah istrimu di jannah,”

Dan saat itulah, dengan hati yang tenang dengan berkata yang lemah lembut, Rasulullah SAW memaafkannya.

Memanggilnya dengan panggilan yang Indah

Rasulullah memiliki panggilan khusus kepada para Istrinya, terutama kepada Aisyah Binti Abu Bakar. Aisyah adalah istri Rasulullah yang paling muda dalam usianya. Aisyah istri yang paling di cintai Rasulullah sesudah Khadijah.

Dengan usianya yang paling muda, Rasulullah sering melihat Khadijah bermain dengan teman-temannya. Dalam kisahnya Aisyah dipanggil oleh Rasulullah dengan sebutan saying yaitu “Humairah” yang artinya “Wahai wanita yang pipinya ke merah-merahan”.

Membujuk dengan Lembut Ketika Istri Marah

Dalam kehidupan rumah tangga tentu pernah mengalami suatu perselisihan, entah karena masalah kesalahpahaman dalam berkata kata, faktor cemburu atau diantara satu sama lain merasa kurang diperhatikan.

Ketika istri Rasulullah marah atau merasa tidak nyaman dalam hatinya, Rasulullah tidak menanggapi dengan kalimat yang kasar atau bersikap kaku pada istrinya, melainkan mendinginkan hati istrinya tersebut dengan cara yang manis dan lembut.

Kembali seperti kisah Aisyah Binti Abu Bakar, dimana Aisyah pernah mengalami fase sangat cemburu kepada Rasulullah, kemudian ditenangkannya dengan cara membujuk dengan penyampaian dan perilaku yang sangat lembut.

Rasulullah memijit hidung Aisyah jika ia marah dan berkata : Ya Humaira, bacalah doa : Wahai Tuhanku, ampunlah dosa dosa ku, hilangkanlah kekerasan hatiku, dan lindunglah aku dari fitnah yang menyesatkan”. (HR Ibnu Sunni)

Cara Rasulullah marah kepada istrinya tidak pernah menanggapi kemarahan istri dengan amarah apalagi dengan memukul istrinya diriwayatkan oleh Aisyah, “Rasulullah tidak pernah memukul istrinya walau sekalipun”. (HR Muslim).

Mencium Istri Ketika Hendak Berpergian

Dari Aisyah r.a “Rasulullah selalu mencium istrinya sebelum keluar untuk shalat, kemudian keluar menunaikan shalat tanpa berwudhu dahulu”. (HR Ahmad).

Hal tersebut merupakan hal yang sangat berarti untuk istri, Rasulullah berusaha memberikan ketenangan pada istrinya selama beliau bepergian dengan cara menciumnya terlebih dahulu agar tidak timbul prasangka buruk pada hati istri.

Tidur di Pangkuan Istri

Hal ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa istri nya tersebut saat dibutuhkan dan disayangi oleh Rasulullah, beliau bersandar pada pangkuan istrinya dengan tujuan saling berkasih sayang. Seperti yang sampaikan dalam HR Muslim yang berbunyi,

Beliau (Rasulullah mendekat kepadanya (Aisyah) dan ia ada di kamarnya, lalu ia menyisir beliau, padahal ia sedang haid”.

Mandi Bersama Istri

Dalam sebuah riwayat Rasulullah mandi bersama Aisyah dalam satu kamar mandi dengan bak yang sama “Aku (Aisyah) pernah mandi dari jinabat bersama Rasulullah dengan satu tempat air, tangan kami selalu bergantian mengambil air, dan tangan kami bersentuhan”. (HR Mutafaqun ‘Alaih).

Pendengar yang Baik

Ketika mendengar keluhan dari istrinya, Rasulullah mendengar keluh kesahnya istrinya tersebut dengan sabar dan memberi tanggapan dengan baik. beliau melakukan hal tersebut untuk memberikan hak pada istrinya bahwa salah satu tugas seorang suami ialah menjadi pemimpin dan pemberi keputusan ketika istrinya dilanda kebingungan.

Dari Aisyah r.a “Rasulullah adalah orang paling lembut dan banyak menemani istrinya yang sedang mengadu atau sakit”. (HR Bukhari).

Membantu Pekerjaan Rumah

Hal ini pernah diutarakan oleh Aisyah ketika ada yang bertanya padanya mengenai urusan apa saja yang biasa dilakukan oleh Rasulullah ketika beliau berada di rumah, Aisyah menjawab : “Rasulullah membantu melaksanakan pekerjaan keluarga”. (HR Bukhari)

Ketika ditanya oleh Aisyah “Ya Rasulullah bukankah engkau telah dijamin surga? Mengapa engkau masih bersusah payah begini?. Beliau menjawab “Ya Humaira, apakah aku tak boleh menjadi hamba Nya yang bersyukur?”. (HR Bukhari).

Hadist tersebut menjalaskan bahwa Rasulullah bersedia membantu pekerjaan rumah tangga walaupun lelah atau berat untuk dilakukan sebagai wujud syukur kepada Allah telah diberi seorang istri dan wujud nyata dalam mensyukuri nikmat tersebut dengan cara memperlakukan istrinya dengan sangat baik.

Membelai Istri

Rasulullah memberi kasih sayang pada istrinya dengan rutin membelai dan memenuhi nafkah batin yang merupakan hak istrinya, Hal tersebut di sampaikan dalam Hadist Riwayat Ahmad yang berbunyi:

 “Setiap hari Rasulullah membelai semua istrinya seorang demi seorang. Beliau menghampiri dan membelai dengan tidak mencampuri hingga beliau singgah ke tempat istri yang beliau gilir waktunya lalu beliau bermalam di tempatnya”.

Tidak Membebani

Dalam sebuah kisah diriwayatkan bahwa Aisyah menunggu Rasulullah karena belum pulang hingga tengah malam, Aisyah menunggu beliau pulang hingga tertidur di dekat pintu rumah. Ketika Rasulullah sampai rumah dan menyadari hari sudah larut malam, beliau ingin mengetuk pintu tetapi khawatir akan mengganggu Aisyah yang barangkali telah terlelap tidur.

Beliau lalu menggelar sorban di depan pintu dan tidur di atasnya. Walaupun dalam keadaan lelah beliau tidak ingin mengganggu atau membebani istrinya. Dan malam itu tanpa saling mengetahui mereka tertidur di depan pintu.

Pagi hari ketika Aisyah membuka pintu ia kaget karena melihat Raulullan tidur di luar dan Rasulullah berkata “Aku pulang larut malam. Karena khawatir mengganggu tidurmu, aku tak tega mengetuk pintu. Itulah sebabnya aku tidur di depan pintu”. (HR Muslim). Kisah tersebut terjadi karena tingginya rasa ksih sayang diantara keduanya.

Sahabat, demikian cara Rasulullah menyayangi istri-istrinya dengan cara yang sangat lembut. Semoga apa yang Rasulullah lakukan dapat juga kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari agar timbul kasih sayang dan kehidupan rumah tangga yang lebih indah.

Semoga Allah menyayangi kita semua dengan Ridho-Nya, serta menjaga Keluarga kita dari gangguan syaitan yang terkutuk. Aamiin yaa Robbal’Alamiin. (hmz/gomuslim)

 

Sumber:

Buku Mahmud Mahdi Al Istanbuli, Mustafa Abu An Nashr Asy Syalabi, Syaikh Kamil Muhammad Uwaidah tentang Wanita-wanita Teladan di Masa Rasulullah dan Fiqih Wanita.

Responsive image
Other Article
gomuslim
Get it on the play store